Tak Kenal Menyerah, Demi Kejar Cita-cita jadi Tentara Arya Rela Bekerja Dipencucian Motor

Tak Kenal Menyerah, Demi Kejar Cita-cita jadi Tentara Arya Rela Bekerja Dipencucian Motor

Tak Kenal Menyerah, Demi Kejar Cita-cita jadi Tentara Arya Rela Bekerja Dipencucian Motor

Tak Kenal Menyerah, Demi Kejar Cita-cita jadi Tentara Arya Rela Bekerja Dipencucian Motor

Tak Kenal Menyerah, Demi Kejar Cita-cita jadi Tentara Arya Rela Bekerja Dipencucian Motor

Arya namanya, pelajar kelas 1 SMA 1 Batu Basa, Padang Pariaman itu punya tekat gigih dalam berusaha dan mengelola waktu kesehariannya. Betapa tidak, sepulang sekolah Arya langsung bekerja di salah satu pencucian di kawasan tersebut.

Panjul Steam adalah tempat Arya bekerja mencuci kendaraan. Tak hanya sepulang sekolah, waktu istirahat sekolah dimanfaatkannya juga untuk bekerja.

“Sepulang sekolah saya terus ke sini. Bahkan kalau cucian banyak tak jarang saat istirahat sekolah saya langsung bekerja dan bisa menyelesaikan dua unit motor untuk dicuci, ” ungkap Arya, saat ditemui di lokasi pencucian motor tempatnya bekerja, Kamis 4 Juli 2019.

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri
Pemerintah Putuskan KSP Jadi Pusat Informasi Virus Corona Indonesia
Menkumham Tandatangani Pencabutan Bebas Visa Warga China ke Indonesia
Wacana Pulangkan 600 WNI eks ISIS, Tagar #TolakEksWNIproISIS Menggema
1.020 Orang Sembuh dari Virus Corona, China Berterimakasih pada Indonesia

Arya mengatakan, setiap unit kendaraan yang dicucinya, upah yang diterima adalah sebagian

dari biaya pencucian. “Satu unit motor saya dapat Rp5 ribu, dari 10 ribu biaya pencucian,” kata dia.

Arya mengaku, dia hidup dari keluarga yang punya ekonomi biasa-biasa saja. Namun dia enggan menceritakan perihal orang tua atau ekonomi orang tuannya.

Perihal itu, dia mengatakan kalau tidak bekerja, dirinya tidak bisa untuk belanja sekolah.

“Pekerjaan ini, upahnya untuk belanja sekolah, ” sebut Arya.

Dikatakannya juga, selain itu, jika rezeki melimpah dia tidak lupa berbagi. Arya juga miliki jiwa

dermawan. Dari setiap upah yang diterima, dia sisihkan satu ribu rupiah untuk disumbangkan.

“Saya sisihkan satu ribu untuk disumbangkan. Sekali seminggu saya sumbangkan, bisa saja ke mushala atau saat jumatan, ” ungkapnya.

Menelisik kisah hidup Arya serta melihat lebih jauh pekerjaan yang ia lakoni, ternyat sudah 3 tahun lamanya.

Panjul (29) pemilik Panjul Steam mengatakan bahwa Arya merupakan keryawan yang tekun

selama ini.

“Saya salut dengan kegigihannya. Tak kenal waktu dan tidak gengsi. Dia bekerja dimana ada kesempatan. Bahkan saat berpakaian sekolah dia bekerja, ” jelas Panjul.

 

Baca Juga :